Penemuan Hewan Baru

Kamis, 22 Juli 2010

Neville Kemp [NK]: Gunung Foja itu belum pernah disurvai. Tahun 2005 survei dari conservation international bekerja sama dengan LIPI juga kerjasama dengan Harvard, Uncen, staf Australian Museum dan Adelaide University dan kerjasama dengan masyarakat dan kehutanan pertama kali melakukan eskpedisi yang multitask. Bukan hanya burung tapi tumbuh-tumbuhan, serangga, mamalia, ikan dan lain-lainnya. Kita melihat seluruh keanekaragaman hayati yang ada di Foja.

Keanekaragaman hayati Papua
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Kenapa konservasi internasional ini berfokus di Papua? Apa ada alasan-alasan penting?
NK: Karena jelas Papua itu sangat penting akan keanekaragaman hayati. Kalau lihat dari seluruh jenis-jenis tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan dan lain-lain yang ada di Indonesia, maka Papua dan Papua barat memberikan kontribusi lebih dari 50 persen dari seluruh kekayaan hayati yang ada di Indonesia. Jadi dua propinsi ini sangat luar biasa akan keanekaragaman hayati.
Dan sebenarnya di sana belum ada terlampau banyak ancaman dan pembangunan. Masih ada kesempatan untuk bikin perencanaan yang bagus supaya pembangunan bisa berjalan dan seluruh keaneka ragaman bisa dilestarikan.
Banyak Spesies
RNW: Lalu apakah konservasi internasional bekerjasama dengan LIPI sudah menemukan binatang lain lagi selain yang disebut tadi?
NK: Pada 2005 kami ketemu banyak spesies, ada sekitar 20 katak baru ditemukan. Ada dua jenis burung yang baru ditemukan. Beberapa mamalia yang baru ditemukan. Salah satunya kangguru pohon. Mereka menemukan satu posum baru dan satu tikus raksasa yang besar. Itu baru ditemukan kali kedua ini.
Beratnya 1,7 kilogram dan panjangnya sekitar 50 centimeter. Dia memiliki ciri khas berbulu tebal dan berwarna abu-abu. Ekornya panjang dan ujungnya putih tidak punya bulu. Kalau kangguru pohon ini sayang sekali tidak bisa direkam dalam film. Kangguru pohon ini tadinya hanya ditemukan di Papua Nugini. Jadi kangguru pohon ini merupakan mamalia baru untuk Indonesia.
Bedanya dengan kangguru biasa, mereka tinggal di atas pohon dan memanjat sampai ke puncak pohon. Dan mereka memakan daun-daun muda. Kalau mereka mau memakan daun, mereka bisa turun lagi lalu memanjat lagi mencari daun yang sesuai. Bentuknya sama dengan kangguru biasa namun tangan depannya lebih kokoh. Karena mereka memakai itu untuk memanjat pohon.

0 komentar:

Posting Komentar

Powered by Blogger